
🌾 Keindahan Sederhana: Mengenal Kerajinan Anyaman Purun
Kerajinan anyaman purun adalah warisan budaya tak benda yang berasal dari kawasan rawa gambut di Indonesia, khususnya di Kalimantan dan sebagian Sumatera. Kerajinan ini memanfaatkan purun, sejenis tanaman rumput liar air tawar yang tumbuh subur di lahan basah. Purun (sering disebut juga mendong atau tikar) memiliki karakteristik serat yang kuat, namun lentur dan ringan, menjadikannya material ideal untuk diolah.
Proses dan Keunikan
Proses pembuatan kerajinan purun merupakan seni turun-temurun yang membutuhkan ketelitian tinggi:
Pemanenan dan Pengeringan: Batang purun dipanen, kemudian dijemur di bawah sinar matahari hingga kering sempurna dan siap dianyam.
Pewarnaan (Opsional): Beberapa purun dicelup dengan pewarna alami atau sintetis untuk menciptakan corak dan motif yang beragam.
Teknik Anyam: Pengrajin menggunakan teknik anyaman tradisional yang khas untuk membentuk pola dan struktur produk.
Keunikan utama kerajinan purun terletak pada teksturnya yang kasar namun lembut saat disentuh, serta sifatnya yang ramah lingkungan (bio-degradable).
Produk Anyaman Purun
Purun diolah menjadi berbagai macam produk fungsional dan dekoratif, yang kini semakin digemari dalam tren gaya hidup minimalis dan eco-friendly:
Produk Fungsional: Tikar, tas belanja, tas tangan (tote bag), topi, dan tempat penyimpanan (storage box).
Produk Dekoratif: Alas piring (placemat), kap lampu, hingga hiasan dinding.
Kerajinan anyaman purun tidak hanya menawarkan produk yang estetis dan fungsional, tetapi juga menjadi simbol kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan dan mendukung ekonomi pengrajin desa.